Perbedaan Noken As BRT S1 dan S2, Pilih Mana?

Apakah kalian termasuk penggemar otomotif yang suka memodifikasi mesin motor kalian? Jika iya, tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan komponen yang bernama noken as. Noken as adalah salah satu bagian penting dalam mesin motor yang berfungsi untuk mengatur waktu pembukaan dan penutupan katup.

Katup sendiri adalah komponen yang mengatur aliran udara dan bahan bakar ke ruang bakar, serta mengeluarkan gas buang. Dengan memilih noken as yang tepat, kalian bisa meningkatkan performa mesin motor kalian sesuai dengan keinginan kalian.

Namun, tidak semua noken as memiliki spesifikasi yang sama. Ada banyak jenis dan merek noken as yang beredar di pasaran, dengan karakteristik dan harga yang berbeda-beda. Salah satu merek noken as yang cukup populer di Indonesia adalah BRT.

BRT adalah sebuah produsen komponen mesin motor yang sudah berpengalaman dan terpercaya. BRT memiliki beberapa varian noken as, namun yang paling sering dibahas adalah noken as BRT S1 dan S2. Apa sih perbedaan antara noken as BRT S1 dan S2? Apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing? Mana yang lebih cocok untuk motor kalian?

Apa itu Noken As BRT S1 dan S2?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang perbedaan noken as BRT S1 dan S2, ada baiknya kita mengenal lebih dulu apa itu noken as BRT S1 dan S2. Noken as BRT S1 dan S2 adalah dua jenis noken as yang diproduksi oleh BRT. BRT sendiri adalah singkatan dari Bintang Racing Team, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, khususnya komponen mesin motor.

BRT didirikan pada tahun 1997 oleh Bintang Tamat, seorang mekanik dan pembalap yang sudah berpengalaman di dunia balap motor. BRT memiliki visi untuk menjadi produsen komponen mesin motor yang berkualitas, inovatif, dan terjangkau.

Noken as BRT S1 dan S2 adalah dua varian noken as yang sering digunakan oleh para penggemar modifikasi mesin motor, khususnya yang memiliki karakter sport atau balap. Noken as BRT S1 dan S2 memiliki desain yang berbeda, yang mempengaruhi performa mesin motor yang menggunakan noken as tersebut.

Noken as BRT S1 dan S2 juga memiliki cara penggunaan yang berbeda, yang harus disesuaikan dengan kondisi mesin motor dan tujuan modifikasi. Noken as BRT S1 dan S2 memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang harus dipertimbangkan sebelum memilih noken as yang sesuai.

Perbedaan Noken As BRT S1 dan S2

Perbedaan antara noken as BRT S1 dan S2 dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

1. Bentuk

Perbedaan paling mencolok antara noken as BRT S1 dan S2 adalah bentuknya. Noken as BRT S1 memiliki bentuk yang lebih standar dan umum digunakan pada mesin motor dengan performa sedang. Noken as BRT S1 memiliki profil lobang katup yang lebih kecil, yang berarti katup akan terbuka lebih pendek dan lebih sempit. Hal ini membuat aliran udara dan bahan bakar ke ruang bakar lebih terbatas, namun juga lebih stabil dan efisien.

Sedangkan noken as BRT S2 memiliki bentuk yang lebih agresif dan biasanya digunakan pada mesin motor dengan performa yang lebih tinggi. Noken as BRT S2 memiliki profil lobang katup yang lebih besar, yang berarti katup akan terbuka lebih lama dan lebih lebar. Hal ini membuat aliran udara dan bahan bakar ke ruang bakar lebih banyak, namun juga lebih tidak teratur dan boros.

2. Performa

Perbedaan bentuk antara noken as BRT S1 dan S2 juga mempengaruhi performa mesin motor yang menggunakan noken as tersebut. Noken as BRT S1 cenderung memberikan tarikan mesin yang lebih halus dan merata di setiap putaran mesin. Meskipun tidak memberikan performa yang terlalu tinggi, noken as BRT S1 sangat cocok digunakan untuk pemakaian sehari-hari atau dalam keadaan lalu lintas yang padat. Noken as BRT S1 juga lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah.

Sedangkan noken as BRT S2 lebih cocok digunakan untuk kegiatan balap atau ketika kita ingin mendapatkan akselerasi yang lebih tinggi. Noken as BRT S2 membuat mesin lebih responsif saat menekan gas, karena katup terbuka lebih lama dan lebih lebar. Hal ini membuat mesin dapat mencapai putaran maksimal lebih cepat, namun juga lebih berisik dan panas. Noken as BRT S2 juga lebih berbahaya, karena menghasilkan emisi gas buang yang lebih tinggi.

3. Harga

Perbedaan lain antara noken as BRT S1 dan S2 adalah harga. Noken as BRT S1 memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan noken as BRT S2. Hal ini karena noken as BRT S1 memiliki desain yang lebih standar dan lebih mudah diproduksi. Noken as BRT S1 juga lebih awet dan tahan lama, karena tidak terlalu membebani mesin.

Sedangkan noken as BRT S2 memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan noken as BRT S1. Hal ini karena noken as BRT S2 memiliki desain yang lebih agresif dan lebih sulit diproduksi. Noken as BRT S2 juga lebih rentan rusak dan aus, karena lebih memaksa mesin.

4. Cara Penggunaan

Perbedaan terakhir antara noken as BRT S1 dan S2 adalah cara penggunaannya. Noken as BRT S1 biasanya cukup digunakan sendiri tanpa perlu modifikasi tambahan pada mesin. Noken as BRT S1 dapat langsung dipasang pada mesin motor tanpa perlu menyesuaikan sistem pembakaran atau pengapian. Noken as BRT S1 juga tidak memerlukan perawatan khusus, cukup dengan melakukan service rutin dan mengganti oli secara berkala.

Sedangkan noken as BRT S2 memerlukan modifikasi tambahan pada mesin untuk mendapatkan performa yang optimal. Noken as BRT S2 harus disesuaikan dengan ukuran piston, klep, karburator, knalpot, dan komponen lainnya. Noken as BRT S2 juga memerlukan perawatan yang lebih intensif, seperti mengganti busi, filter udara, dan rantai lebih sering.

Tips Memilih Noken As

Setelah mengetahui perbedaan antara noken as BRT S1 dan S2, kalian mungkin masih bingung untuk memilih noken as yang sesuai dengan motor kalian. Untuk itu, saya akan memberikan beberapa tips dan rekomendasi untuk memilih noken as BRT S1 dan S2, yaitu:

  • Pertama, tentukan tujuan kalian dalam memodifikasi mesin motor kalian. Apakah kalian ingin meningkatkan performa mesin secara signifikan, atau hanya sedikit saja? Apakah kalian lebih mengutamakan kecepatan, akselerasi, atau efisiensi bahan bakar? Apakah kalian sering menggunakan motor untuk balap, touring, atau sehari-hari?
  • Kedua, sesuaikan noken as dengan karakter mesin motor kalian. Apakah mesin motor kalian memiliki kapasitas yang besar atau kecil? Apakah mesin motor kalian sudah dilengkapi dengan sistem injeksi atau masih karburator? Apakah mesin motor kalian sudah menggunakan kopling manual atau otomatis?
  • Ketiga, sesuaikan noken as dengan budget kalian. Apakah kalian memiliki dana yang cukup untuk membeli noken as yang mahal dan modifikasi tambahan yang diperlukan? Apakah kalian bersedia mengorbankan kenyamanan dan keamanan kalian demi mendapatkan performa yang lebih tinggi? Apakah kalian siap menanggung biaya perawatan yang lebih mahal dan sering?
  • Keempat, sesuaikan noken as dengan kondisi jalan dan lalu lintas di daerah kalian. Apakah kalian sering melewati jalan yang lurus, berkelok, atau berbukit? Apakah kalian sering menghadapi kemacetan, polisi, atau rintangan lainnya? Apakah kalian sering berpindah-pindah jalur atau tetap pada jalur tertentu?

Berdasarkan tips dan rekomendasi di atas, saya akan memberikan beberapa contoh kasus dan noken as yang cocok untuk masing-masing kasus, yaitu:

  • Jika kalian memiliki motor dengan kapasitas mesin kecil (misalnya 110 cc), sistem karburator, kopling otomatis, dan tujuan modifikasi hanya untuk meningkatkan performa sedikit saja, maka noken as BRT S1 adalah pilihan yang tepat. Noken as BRT S1 akan memberikan tarikan mesin yang lebih halus dan merata, tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara. Noken as BRT S1 juga tidak memerlukan modifikasi tambahan yang mahal dan perawatan yang intensif. Noken as BRT S1 sangat cocok untuk kalian yang sering menggunakan motor untuk sehari-hari atau dalam keadaan lalu lintas yang padat.
  • Jika kalian memiliki motor dengan kapasitas mesin besar (misalnya 150 cc), sistem injeksi, kopling manual, dan tujuan modifikasi untuk meningkatkan performa secara signifikan, maka noken as BRT S2 adalah pilihan yang tepat. Noken as BRT S2 akan memberikan akselerasi dan kecepatan yang lebih tinggi, dengan katup yang terbuka lebih lama dan lebih lebar. Noken as BRT S2 juga akan membuat mesin lebih responsif saat menekan gas, namun juga lebih berisik dan panas. Noken as BRT S2 sangat cocok untuk kalian yang sering menggunakan motor untuk balap atau touring, atau dalam keadaan jalan yang lurus dan sepi.
  • Jika kalian memiliki motor dengan kapasitas mesin sedang (misalnya 125 cc), sistem karburator atau injeksi, kopling manual atau otomatis, dan tujuan modifikasi untuk mendapatkan performa yang seimbang, maka noken as BRT S1 dan S2 bisa menjadi pilihan yang tepat. Kalian bisa memilih noken as BRT S1 atau S2 sesuai dengan preferensi kalian, atau bahkan menggabungkan keduanya. Misalnya, kalian bisa menggunakan noken as BRT S1 untuk katup in (masuk) dan noken as BRT S2 untuk katup ex (keluar), atau sebaliknya. Hal ini akan memberikan efek yang berbeda pada performa mesin, tergantung pada karakteristik mesin dan komponen lainnya. Kalian juga bisa menyesuaikan ukuran piston, klep, karburator, knalpot, dan komponen lainnya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Namun, kalian harus berhati-hati dalam melakukan modifikasi ini, karena bisa berpengaruh pada keseimbangan mesin dan keamanan berkendara.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang perbedaan noken as BRT S1 dan S2. Semoga ini bermanfaat dan informatif untuk kalian yang ingin memodifikasi mesin motor kalian dengan noken as BRT. Noken as BRT S1 dan S2 adalah dua jenis noken as yang memiliki desain, performa, harga, dan cara penggunaan yang berbeda. Kalian harus mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memilih noken as yang sesuai dengan motor kalian, seperti tujuan modifikasi, karakter mesin, budget, dan kondisi jalan.

Share this: